Penjelasan Lebih Lanjut tentang Objek

Halo, sahabat IndoGrammatica! Kali ini saya akan membahas lebih lanjut tentang objek dalam Bahasa Indonesia. Objek adalah salah satu unsur penting dalam struktur kalimat yang melengkapi makna dan kesatuan pikiran. Objek juga berperan dalam membentuk kalimat dasar pada kalimat berpredikat transitif. Namun, apakah Anda sudah tahu apa itu objek? Bagaimana ciri-cirinya? Bagaimana fungsinya? Bagaimana contoh-contohnya? Yuk, simak penjelasan berikut ini!


Apa itu Objek?

Objek adalah bagian dari kalimat yang menerima perlakuan atau pengaruh langsung dari subjek melalui predikat. Objek biasanya berupa kata benda atau nomina yang mengalami atau menjadi penderita dari subjek. Objek juga dapat berupa frasa nominal atau klausa yang selalu muncul di sebelah kanan predikat berupa kata kerja transitif (verba transitif). Apabila bentuk predikat bukan verba transitif, maka objek tidak muncul di kalimat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), objek adalah nomina yang melengkapi verba transitif dalam klausa. Selain itu, objek juga memiliki arti hal, perkara, atau orang yang menjadi pokok pembicaraan.


Ciri-Ciri Objek

Objek memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakannya dengan unsur lain dalam kalimat, yaitu:

- Hanya berupa kata benda atau nomina.

- Tidak didahului oleh preposisi atau kata depan.

- Mengikuti secara langsung di belakang predikat transitif.

- Merupakan jawaban atas pertanyaan "apa" atau "siapa" yang posisinya berada di belakang predikat transitif.

- Apabila kalimat dipasifkan, maka bisa menduduki fungsi subjek.


Fungsi Objek

Objek memiliki beberapa fungsi dalam kalimat, yaitu:

- Memperjelas makna kalimat.

- Melengkapi kelengkapan dan kesatuan pikiran.

- Membentuk kalimat dasar pada kalimat berpredikat transitif.


Contoh Objek

Objek terbagi menjadi dua macam, yaitu objek penderita dan objek penyerta. Apa perbedaannya? Berikut adalah penjelasannya:

- Objek penderita adalah objek berupa kata benda atau yang dibendakan, baik itu dalam bentuk kata maupun kelompok kata. Objek ini merupakan sasaran langsung dari tindakan yang dinyatakan oleh subjek. Objek penderita tidak menggunakan kata depan dan bisa menduduki subjek apabila dipasifkan.

  Contoh: Widodo membersihkan kacamatanya dengan kain.

  Pada kalimat tersebut, objek penderitanya adalah "kacamata". Mengapa? Sebab, mendapatkan perlakuan langsung dari subjek dengan cara membersihkannya.


- Objek penyerta adalah objek yang menyertai subjek dalam melakukan sesuatu. Objek ini biasanya didahului oleh kata depan dan tidak bisa menduduki subjek apabila dipasifkan.

  Contoh: Ani membeli bunga untuk ibunya.

  Pada kalimat tersebut, objek penyertanya adalah "untuk ibunya". Mengapa? Sebab, menyertai subjek dalam melakukan tindakan membeli bunga.

---

Sumber-sumber:

(1) Pengertian Objek dan Contohnya dalam Kalimat [Lengkap] - Ayo Berbahasa. https://www.ayo-berbahasa.id/2020/10/pengertian-objek.html.

(2) Pengertian Subjek, Predikat, dan Objek dalam Bahasa Indonesia. https://www.bola.com/ragam/read/5351715/pengertian-subjek-predikat-dan-objek-dalam-bahasa-indonesia.

(3) Objek adalah Bagian dari Struktur Kalimat, Kenali Penggunaannya. https://www.liputan6.com/hot/read/4692952/objek-adalah-bagian-dari-struktur-kalimat-kenali-penggunaannya.

(4) Perbedaan Subjek dan Objek Serta Contohnya dalam Bahasa Indonesia. https://tirto.id/perbedaan-subjek-dan-objek-serta-contohnya-dalam-bahasa-indonesia-gf7a.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Huruf Miring: Pengertian, Tata Cara, dan Contoh

Huruf Tebal: Pengertian, Tata Cara, dan Contoh

Tokoh, Penokohan dan Jenis-jenis Tokoh dalam Bahasa Indonesia