Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung

Halo, sahabat IndoGrammatica! Kali ini saya akan membahas tentang kalimat langsung dan kalimat tidak langsung dalam Bahasa Indonesia. Kalimat langsung adalah kalimat yang menyampaikan kutipan langsung dari pembicara atau penulis. Sementara itu, kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menggambarkan kutipan tersebut dalam bentuk tidak langsung, tanpa menggunakan tanda kutip. Kalimat langsung dan kalimat tidak langsung memiliki bentuk, ciri-ciri, fungsi, dan cara penulisan yang berbeda. Namun, apakah Anda sudah tahu apa itu kalimat langsung dan kalimat tidak langsung? Bagaimana ciri-cirinya? Bagaimana fungsinya? Bagaimana contoh-contohnya? Yuk, simak penjelasan berikut ini!


Pengertian Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung

Menurut buku Bahasa Indonesia dari Yohanni Johns¹, kalimat langsung adalah sebuah kalimat yang mengungkapkan apa yang dikatakan atau diujarkan seseorang secara langsung dan cermat. Sementara kalimat tidak langsung adalah kalimat yang melaporkan apa yang diujarkan seseorang.

Menurut Kosasih (2017)², menyatakan bahwa kalimat langsung merupakan kalimat yang secara cermat menirukan sesuatu yang telah diujarkan oleh seseorang. Biasanya pada bagian kutipan akan berupa kalimat tanya, kalimat berita, maupun kalimat perintah. Lalu, Asul Wiyanto (2019)³ juga turut berpendapat mengenai definisi dari kalimat langsung yakni kalimat yang memberitahukan bagaimana ucapan yang telah dikatakan oleh orang ketiga seperti apa adanya. Apabila perkataan tersebut ditulis, maka ucapan aslinya akan diapit oleh tanda petik dua.

Kalimat tidak langsung adalah sebuah kalimat yang melaporkan apa yang diucapkan oleh seseorang dengan menggunakan kata penghubung seperti bahwa, jika, apabila, seandainya, seolah-olah, seakan-akan, sebagaimana, sebab itu, karena itu⁴. Kalimat tidak langsung biasanya digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan dari sumber lain tanpa mengubah maknanya.


Ciri-Ciri Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung

Kalimat langsung memiliki beberapa ciri-ciri⁵, yaitu:

- Pada kalimat langsung, kutipan ditandai dengan tanda petik.

- Huruf pertama pada kutipan menggunakan huruf kapital.

- Kutipan dan pengiring dipisahkan dengan tanda koma.

- Jika kutipan berupa dialog berurutan, harus menggunakan tanda titik dua di depan kutipan.

- Intonasi pada kutipan sedikit ditekan.


Kalimat tidak langsung memiliki beberapa ciri-ciri, yaitu:

- Pada kalimat tidak langsung, kutipan tidak ditandai dengan tanda petik.

- Huruf pertama pada kutipan tidak harus menggunakan huruf kapital.

- Kutipan dan pengiring dihubungkan dengan kata penghubung.

- Jika kutipan berupa dialog berurutan, tidak perlu menggunakan tanda titik dua di depan kutipan.

- Intonasi pada kutipan normal.


Fungsi Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung

Kalimat langsung memiliki beberapa fungsi, yaitu:

- Menyampaikan ucapan seseorang secara akurat dan otentik.

- Membuat tulisan menjadi lebih hidup dan menarik.

- Menunjukkan sikap, emosi, atau karakter seseorang melalui ucapan.


Kalimat tidak langsung memiliki beberapa fungsi, yaitu:

- Menyampaikan ucapan seseorang secara ringkas dan sederhana.

- Membuat tulisan menjadi lebih rapi dan efisien.

- Menyajikan informasi atau pesan dari sumber lain tanpa mengubah maknanya.


Contoh Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung

Berikut adalah beberapa contoh kalimat langsung dan kalimat tidak langsung dalam kalimat atau paragraf:

- Kalimat langsung: "Aku tidak mau pergi ke sana!" teriak Rani kepada ibunya. 

  Kalimat tidak langsung: Rani menolak untuk pergi ke sana dengan berteriak kepada ibunya.

- Kalimat langsung: "Apakah kamu sudah mengerjakan tugas matematika?" tanya Rudi kepada Budi. 

  Kalimat tidak langsung: Rudi menanyakan kepada Budi apakah dia sudah mengerjakan tugas matematika.

- Kalimat langsung: "Selamat pagi, Pak. Saya mau melapor bahwa saya tidak bisa masuk kerja hari ini karena sakit," kata Andi melalui telepon. 

  Kalimat tidak langsung: Andi mengatakan kepada atasannya bahwa dia tidak bisa masuk kerja hari ini karena sakit melalui telepon.


---


Sumber-sumber:

¹: Johns, Yohanni. 2004. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

²: Kosasih, E. 2017. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

³: Wiyanto, Asul. 2019. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Balai Pustaka.

⁴: Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung: Pengertian, Ciri, Contoh ... https://www.gramedia.com/literasi/kalimat-langsung-kalimat-tidak-langsung/.

⁵: 66 Contoh Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung - GuruPendidikan.Com. https://www.gurupendidikan.co.id/kalimat-langsung-dan-tidak/.

(6) Berikan 5 Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung. https://www.rumuscerdas.com/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung.html.

(7) Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung di Bahasa Indonesia - Tirto.ID. https://tirto.id/contoh-kalimat-langsung-dan-tidak-langsung-di-bahasa-indonesia-gxAM.

(8) Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung: Pengertian, Ciri, Contoh .... https://www.gramedia.com/literasi/kalimat-langsung-kalimat-tidak-langsung/.

(9) 66 Contoh Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung - GuruPendidikan.Com. https://www.gurupendidikan.co.id/kalimat-langsung-dan-tidak/.

(10) Berikan 5 Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung. https://www.rumuscerdas.com/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung.html.

(11) Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung di Bahasa Indonesia - Tirto.ID. https://tirto.id/contoh-kalimat-langsung-dan-tidak-langsung-di-bahasa-indonesia-gxAM.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Huruf Miring: Pengertian, Tata Cara, dan Contoh

Huruf Tebal: Pengertian, Tata Cara, dan Contoh

Tokoh, Penokohan dan Jenis-jenis Tokoh dalam Bahasa Indonesia